Selasa, 21 Oktober 2014

PARVOVIRUS PADA ANJING (CANINE PARVOVIRUS) DAN KUCING (FELINE PARVOVIRUS)


ETIOLOGI DAN PATOGENESA
Penyakit ini disebabkan oleh virus dari golongan Parvoviridae.  Parvovirus yang menyerang anjing adalah Canine Parvovirus tipe 2 (CPV-2). Ras anjing yang sangat sensitif terhadap virus ini antara lain : Rottweiler, Doberman Pincher dan German Shepherd. Sedangkan pada kucing disebut Feline Parvovirus, Feline Infectous Enteritis (radang usus menular), feline distemper. Seperti halnya distemper, penyakit ini tidak dapat diobati sehingga vaksinasi merupakan alternatif yang terbaik.

Patogenesis Feline Parvovirus : Virus masuk ke tubuh kucing biasanya melalui mulut, berkembang di kelenjar pertahanan di bagian mulut, lalu menyebar ke seluruh tubuh. Kemudian virus akan berkembang di beberapa organ seperti kelenjar pertahanan seluruh tubuh, sumsum tulang dan selaput lendir usus yang menyebabkan hancurnya usus.

Pathogenesis Canine Parvovirus : Canine Parvovirus (CPV) sangat berhubungan erat dengan Feline Panleukopenia Virus dan beberapa jenis parvovirus lainnya yang menginfeksi carnivora.Virus ini membalah secara aktif dalam tubuh hewan.Setelah masuknya virus ini secara ingesti dalam kurun waktu 2-4 hari akan terjadi periode viremia yang bersamaan dengan bertumbuhnya virus pada jaringan limfatik.Infeksi limfatik pada awalnya dihubungkan dengan linpopenia dan infeksi pencernaan yang diikuti oleh tanda-tanda klinis.Pada hari ke-3 setelah infeksi akan ditemukan pembelahan pada crypta sel pada lapisan epitel dinding usus halus.Virus sudah dapat ditemukan didalam feses pada hari ke 3-4 setelah terinfeksi sampai ditemukannya gejala-gejala klinis.Virus akan berhenti tumbuh pada hari ke 8-12.Absorpsi endotoxin bakteri dari mukosa usus yang rusak memainkan peranan yang paling penting dalam penyebaran penyakit ini. Tingkat keparahan penyakit ini tergantung pada dosis viral serta tipe antigenic yang dihasilkannya.

GEJALA KLINIS
Gejala Klinis Pada Anjing
Gejala klinis infeksi CPV-2 pada anak anjing yaitu diare cair atau diare berdarah, muntah secara berulang, dan anoreksia. Gejala klinis lainnya yaitu demam, kelemahan tubuh, limfopenia terutama neutropenia. Hewan juga mengalami dehidrasi, penurunan berat badan, dan rasa sakit di bagian abdominal.
Gejala Klinis Pada Kucing
Kucing yang terinfeksi virus panleucopenia akan mengalami anemia, muntah-muntah dan diare yang parah pada kucing nafsu makan yang mengakibatkan dehidrasi dan kematian. Kadang-kadang anak kucing dapat mati secara tiba tiba yang diakibatkan perkembangan penyakit panleukopenia sangat cepat.

DIAGNOSA
Diagnosa Parvo Virus dapat dilakukan dengan melihat gejala klinis nya, atau yang lebih modern adalah dengan memakai kit diagnostik parvo dengan sample dari kotoran/feses anjing. Adapun test yang dapat dilakukan untuk pengujian sampel ini antara lain :
a.       Urinalisis dan biokomia ditemukan adanya limpopenia, neutropenia, leucosis, gambaran kimia serum membantu memperkirakan ketidakseimbangan elektrolit.
  1. Test serologis tidak terlalu diagnostik karena anjing kadang-kadang memiliki titer antibodi yang tinggi karena vaksinasi atau antibodi maternal.
Diagnosa banding untuk Canine Parvovirus adalah : Infeksi Canine Coronavirus, Salmonellosis, collibasillosis, dan infeksi bakteri enteric lainnya, adanya benda asing dalam saluran pencernaan, parasit gastrointestinal, gastroenteritis hemoragi, keracunan.
Adapun diagnosa virus panleukopenia diberdasarkan riwayat dan pemeriksaan klinis. Pemeriksaan patologi dan pemeriksaan laboratorium untuk menentukan diagnosa pasti.
Diagnosa banding untuk panleukopenia (Feline Parvovirus) adalah : Felv, E.colli, Salmonella, Tyzzer.

PENGOBATAN DAN PENCEGAHAN
Terapi infeksi Parvo virus meliputi terapi simptomatis dan supportif. Terapi supportif berupa pamberian infus diperlukan mengingat hewan kehilangan elektrolit tubuh akibat diare dan muntah.Penggantian cairan yang hilang dilakukan dengan memberikan infus Lactat Ringer dan 5 % Dextrose. Antibiotik yang dapat digunakan adalah antibiotik spektrum luas di antaranya Ampicillin dan Gentamicin. Antibiotik ini bertujuan untuk mencegah infeksi skunder akibat kondisi hewan yang lemah. Anti muntah dan vitamin juga dapat diberikan.
Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi Parvo Virus pada anjing:
a.    Membeli anjing yang telah divaksin terhadap Parvo
b.   Induk anjing sebelum dipacak harus dilengkapi vaksinasinya, agar anakan mendapat maternal immunity yang cukup dari air susu induknya.
c.    Lingkungan tempat tinggal anjing harus selalu dijaga kebersihannya.
d. Nutrisi dan gizi untuk anak anjing harus diperhatikan untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.
e.   Anakan anjing berusia di bawah 3 bulan sebaiknya tidak kontak dengan anjing lain yang belum jelas status kesehatannya.
Kucing yang terserang penyakit Virus panleukopenia dapat diberikan cairan elektrolit. Sedangkan untuk mengobati infeksi sekunder dapat diobati dengan pemberian gentamisin dan pemberian vitamin B complex.  Pencegahan Virus panleukopenia yaitu dengan melakukan vaksinasi secara teratur, anak kucing dapat divaksinasi pada umur 8-16 minggu dengan interval 4 minggu. Setelah itu vaksinasi dianjurkan diulang setiap tahun.
Pada kucing dewasa atau berumur lebih dari 6 bulan yang belum pernah divaksinasi, vaksinasi bisa dilakukan tiap tahun.

Sumber :

Indrawati Sendow. 2003. CANINE PARVOVIRUS PADA ANJING. Balai Penelitian Veteriner, PO Box 151, Bogor 16114.


Posting Komentar